≍Mystery of Christmas≍
Nan jauh di sana—di sebuah negara tepatnya di Korea Selatan, salju tampak memenuhi jalan. Bunyi dentang bel terdengar di mana mana
Memang itu tidak mengherankan mengingat nuansa natal yang sedang bergema sejak pagi tadi
Setiap keluarga saling berkumpul berbagi sukacita atau sepasang muda mudi tampak berjalan jalan menghabiskan waktu natal berdua saja dan lain lain
Tidak terkecuali…
“Ayo kalian tidur!” perintah seseorang saat ia membuka pintu kamar di lantai atas rumahnya, “Sudah malam, besok saja kalian membuka hadiah Appa dan Umma, ayo…” bujuknya lagi
“Ne Umma” Dua bocah berusia 5 tahun menyahut sambil berlari gembira melompat ke atas kasur, sesosok lelaki yang menyusul di belakang tertawa melihat tingkah mereka
“Hati hati nanti jatuh” bisik Ibunya setengah menegur, tapi matanya melembut saat menaikkan selimut tebal agar menyelimuti kedua anaknya, “Selamat malam Sung—“
“Umma kami belum mau tidur” protes salah seorang dari mereka tepat ketika Ibu mereka hendak mencium keningnya
“Belum mau?” Dahi Ibunya berkerut tidak suka, “Ini sudah malam! Umma mau kalian tidur” ia mengulangi perintahnya
“Tapi Umma, kami maunya di bacakan dongeng dulu” sahut anak lain yang membela saudaranya, karena tidak lama anak itu mengangguk setuju, “Iya Umma, dongenggggggg” rengeknya manja
“Aishh kalian ini, umma kira apa” Ibunya tersenyum lembut, “Kalau hanya dongeng bukan masalah, sebentar Umma ambil dulu buku cerita—“ Langkahnya bangun dari sisi ranjang terhenti begitu mendapati suaminya tersenyum lalu mengajaknya lagi duduk, “Kau saja yang mengarang, aku yakin anak kita sudah bosan baca cerita klasik”
“Iya Umma kami sudah bosan! Umma saja yang mengarang ceritanya” kata kedua anak itu mendukung ide absurd Appa mereka
Sosok Ibu itu menggerutu pelan sambil memandang tajam suaminya, darimana dia bisa mengarang? Dia bukan penulis dalam bidang apapun, termasuk cerita anak anak!
“Ayolah” Rayu suaminya lagi, melihat seringai lelaki di depannya yang mencurigakan tiba tiba menimbulkan ide cerita cemerlang di pikiran sang Ibu
“Baiklah, Umma punya satu cerita” desahnya menyerah sambil duduk di sebelah ranjang
“Yey” dua anak itu bersorak riang
“Ayo cerita!! Cerita!!” sang suami masih memprovokasi, dia malah ikut terbaring entah sejak kapan—melesak di tengah kedua anak mereka
“Awas kau” Istrinya memberi tatapan mengancam, tapi senyum keibuannya mereka kembali karena tidak tahan melihat binar di mata kedua anaknya
“Karena sekarang hari natal, Umma akan cerita tentang kedua anak yang akan mendapatkan hadiah natal dari Santa Claus” itu kalimat awal Ibunya
Dua saudara itu saling bertatapan antusias, “Sama seperti kita! Dapat hadiah juga!” gumam mereka tanpa mau mengganggu cerita Ibunya
“Nah pada suatu hari, di sebuah tempat nan jauh di Korea sana….” Sosok itu mulai bercerita, semua mulai mendengarkan dengan seksama—termasuk suaminya yang entah kenapa ikut tertarik menyimak
___
Ada dua anak kecil—seusia kalian, yang kemungkinan tidak mendapatkan hadiah natal dari Santa Claus
“Mengapa mereka tidak mendapatkannya Umma?” tanya sang anak
Ibunya hanya mengulum senyum penuh rahasia saat melanjutkan ceritanya
Kedua anak itu saling bertolak belakang tanpa tahu sifat mereka membuat sang Santa perlu menimbang ulang untuk memberikan mereka hadiah natal
Anak pertama bernama Cho Kyuhyun, dia itu anak nakal! Sering sekali membuat teman sebayanya menangis keras dan tidak jarang Kyuhyun juga merusakkan mainan anak anak lainnya
Santa jelas memasukkan nama Kyuhyun dalam daftar hitamnya pada malam natal
“Lalu anak yang satu lagi Umma?”
Anak yang satu lagi bernama Lee Sungmin. Sebetulnya anak itu bukanlah anak yang jahat—malah dia mendapat predikat anak yang terlampau baik
Sangat
“Lah kalau begitu kenapa dia tidak mendapat hadiah Umma, itukan tidak adil!” protes anaknya satu lagi sambil merengut kesal
Sang Ibu yang sedang bercerita hanya tersenyum senang karena kedua anaknya menikmati dongeng sederhananya meski ia perlu usaha keras menghindar dari tatapan suaminya yang penuh arti
Sungmin memang baik, namun kebaikannya malah berdampak buruk bagi orang lain. Contohnya saat seorang anak ingin menangkap kupu kupu untuk di pelihara, Sungmin membantunya dengan menangkap kupu kupu itu menggunakan tangan kosong dan seperti yang bisa di duga, Kupu kupu itu mati sebelum bisa di serahkan
Temannya menangis keras sementara Sungmin hanya bisa memandang nanar, ia kira ia bisa membantu temannya namun hasilnya ternyata…
Belum lagi ketika salah seorang teman perempuannya meminta Sungmin memotong sedikit ujung rambutnya, saat mereka bermain salon salonan. Namun tak di anyal, Sungmin malah bersemangat memotong hampir seluruh rambut temannya itu
Kalian tahu? Anak perempuan itu menjerit di sela isak tangisnya melihat rambutnya nyaris gundul di tangan Sungmin
“Hmmphhh” suaminya tampak menahan tawa sambil menutup mulutnya kuat kuat. Ia melayangkan tatapan minta maaf saat ketiga pasang mata menoleh tidak suka padanya
“Aku tidak apa apa, silahkan lanjutkan” katanya mengembalikan fokus anak anak kepada Ibunya
Sang Ibu bercerita lagi
Melihat kedua anak itu Santa merasa sedih. Dia tidak ingin ada satupun anak yang tidak mendapatkan hadiah natal seberapapun nakalnya mereka
Para Elf tadinya sudah membujuk Santa agar tidak memberikan Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun hadiah natal ini, mungkin natal tahun depan, hibur mereka
Namun Santa berkata lain. Ia menatap layar halus di depan kantornya yang menampakkan sosok Kyuhyun ketika tertunduk menyesal melihat sahabat karibnya juga menangis akibat ulahnya
Kyuhyun ternyata tidak senakal yang orang pikirkan
Sungmin juga begitu
Ia berulang kali meminta maaf pada teman temannya walaupun bisa kalian tebak, hampir semua dari mereka tidak mau berdekatan lagi dengannya
Tapi bagaimanapun, Santa bisa melihat penyesalan dalam sikap Sungmin dan Kyuhyun. Santa bisa melihat kebaikan dari diri mereka
Maka dari itu, Santa mengambil keputusan lain, kedua anak itu harus tetap di beri hadiah! Agar mereka berdua menjadi lebih baik lagi tahun depan
Sebagian Elf—utusan Santa, tidak setuju. Kata mereka, itu tidak adil bagi anak anak lain yang sudah menjadi anak baik setahun ini. Sungmin dan Kyuhyun harusnya di hukum dengan tidak mendapat hadiah untuk memperbaiki sifat mereka berdua
Santa kembali berpikir keras, tak lama kemudian ia berkata sekali lagi pada para utusannya, ‘Bagaimana kalau begini saja—aku akan tetap memberikan mereka hadiah tetapi hanya satu! Kyuhyun dan Sungmin menjadi satu paket. Mereka harus berbagi hadiah itu sebagai pengalaman mereka untuk bisa berteman secara benar’
Para Elf tidak bisa tidak setuju lagi. Santa selalu tahu yang terbaik bagi setiap anak. Sambil tersenyum penuh pengertian, Elf mengangguk setuju kemudian pergi ke pabrik yang sangat besar untuk membuat satu hadiah tambahan
Satu hadiah berkotak sedang, di bungkus kertas merah warna natal dengan tulisan jelas di pinggir kanannya
Kepada Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun
Di tempat
“Tapi…” Anaknya membuka suara—interupsi, “Bagaimana mereka bisa membagi satu hadiah itu bersamaan? Memangnya mereka kenal baik Umma?” tanyanya polos
Seakan baru tersadar, sang Ibu buru buru menambahkan, “Itu… ngg mereka sebenarnya bertetangga! Iya bertetangga!” katanya mendapatkan ide mendadak, “Namun Kyuhyun tidak mau berteman dengan Sungmin karena sudah sering mendengar sifat Sungmin begitu juga sebaliknya, Sungmin tidak mungkin mau bermain bersama Kyuhyun”
Lalu hadiah itu di kirim saat malam natal tiba.
Kyuhyun dan Sungmin yang sudah tidur terlelap di kamarnya tidak tahu jika nanti pagi ada sesuatu hadiah kejutan menunggu mereka
Santa tersenyum puas saat meletakkan hadiah itu, “Merry Christmas Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin” ucapnya sambil menaruh hadiah itu tepat di batas pagar rumah keluarga Cho dan juga keluarga Lee
Santa kembali pergi dengan kereta kudanya—sibuk membagikan hadiah natal sementara pagi mulai menjelang dan hari itulah di mulai pertengkaran pertama antara Kyuhyun dan Sungmin
“Ini punyaku! Tidak lihat ada namaku di atasnya!”
“Tidak juga! Kau harus lihat namaku duluan yang di tulis! Jadi hadiah ini untukku!”
Mereka saling bersahutan sambil menarik kasar hadiah itu begitu bangun pagi harinya.
Kyuhyun dan Sungmin sama sama tidak mau mengalah, mereka saling menarik keras seolah ingin memonopoli hadiah tersebut
“Punyaku!”
“Tidak itu punyaku!”
“Aishhh, perkiraanku salah” Santa yang melihat dari atas sana, menggeleng sedih. Hatinya terkoyak saat melihat tidak ada kasih sama sekali di antara Kyuhyun dan Sungmin
Mereka masih egois dan mempertahankan sifat buruk keduanya
“Kau! Pokoknya aku duluan yang menemukannya!” kedua tangan Kyuhyun menarik kado itu lebih kencang sehingga Sungmin terhuyung ke belakang
Seakan itu tidak cukup, Kyuhyun pun mendorong tubuh mungil Sungmin hingga terjatuh
BUG
“Aw” Sungmin meringis kesakitan. Ia tertunduk—menyembunyikan wajahnya yang mulai penuh air mata
“Huaaaa kasian sekali Sungmin itu….. hiks….” Salah satu anaknya terisak ikut terbawa suasana, saudarnya yang melihat itu langsung merangkulnya, “Cup jangan sedih” hiburnya lalu menengadah menatap Ibunya, “Umma lanjutkan ceritanya, biar Jonggie tidak sedih lagi” unjuknya pada saudaranya itu
“Iya jangan menangis sayang~ Sungmin tidak apa apa kok” Ibunya menepuk lembut pundak sang anak sebelum bercerita kembali
Kyuhyun tertegun mendapati Sungmin masih tidak bangun dari jatuhnya
Ia mulai tampak ketakutan
‘Kau tidak apa apa?” tanyanya ragu
Sungmin tidak mau menjawabnya. Ia terus merunduk—malu kalau sampai ketahuan menangis oleh Kyuhyun, pasti dia akan meledeknya lagi
Santa pun berpikir hal yang sama. Rasa kecewanya tidak terbendung lagi. Kenapa dari awal dia terlalu baik hati sehingga memberikan hadiah yang malah berujung perpecahan bagi Kyuhyun dan Sungmin
Istrinya itu tampak serius sekali bercerita sampai sampai tidak sadar jika suaminya terus menatap intens penuh arti
Namun tidak di sangka sangka, keajaiban itu terjadi
Kyuhyun yang memang dasarnya memiliki kebaikan hati, ikut terduduk lalu mengulurkan tangannya ke arah Sungmin
“Ma..maafkan aku” ujarnya separuh berbisik
“Eh?” Sungmin mengangkat wajahnya yang sembab, “Apa tadi kau bilang??” tanyanya tidak percaya
Bagaimana mungkin seorang Kyuhyun bisa minta maaf! Dunia pasti sudah terbalik! Pikir Sungmin
“Tidak berlebihan begitu kok” sekarang giliran sang Appa yang memotong jalannya cerita, semua orang melihat kearahnya, “Apa? Aku benarkan? Kyuhyun tidak mungkin seburuk itu kok!” belanya
Sang istri hanya bisa memutar kedua bola matanya, “Umma lanjutkan ceritanya saja…”
Kembali keluarga mungil itu terhanyut pada suara sang Ibu
Sungmin masih bengong tidak bergerak hingga Kyuhyun jadi salah tingkah sambil memalingkan wajahnya, “Kau tidak dengar apa? Maaf! Aku mau minta maaf!” seru anak itu
“Hiks..” suara Sungmin masih serak, tapi ia bisa melihat ketulusan Kyuhyun meminta maaf. Sehingga tidak mengejutkan kalau Sungmin membalas uluran tangan Kyuhyun
“Aku memaafkanmu” balas Sungmin sambil mengguncangkan kedua tangan mereka yang berpegangan
Kedua mata Kyuhyun akhirnya berani menatap ke depan—Sungmin juga tulus memaafkannya, membuat rasa bersalah Kyuhyun meluap dan berganti rasa hangat
“Kalau begitu, nih” Kyuhyun mengulurkan kado itu juga ke arah Sungmin, tangan mereka sudah saling terlepas, “Ini untukmu saja, sebagai tanda permintaan maafku”
Kembali, Sungmin dibuat tidak berkata kata oleh sikap baik Kyuhyun
“Tapi—“
“Tidak apa apa, untukmu saja” Kyuhyun sudah menaruh kado itu ke pangkuan Sungmin, ia sudah mau bangkit berdiri saat lengan mungil Sungmin malah menahannya, “Aku tidak mau Kyuhyun, buatmu saja! Tidak apa apa”
Sekarang giliran Sungmin merasa kalau Kyuhyun berhak atas hadiah itu
Kyuhyun menoleh malas, “Aku sudah memberikannya padamu, tidak apa apa Sungmin, itu buatmu” katanya memberi penekanan
Tapi Sungmin masih menggeleng keras kepala, “Aku tidak mau menerimanya, ambil saja Kyu—aku tidak akan marah, serius!” janji Sungmin mengangkat kedua jarinya ke atas
Melihat itu Santa tersenyum penuh haru. Ia mendekap mulutnya saat menyaksikan bagaimana perkiraannya kali ini memang tidak salah
Kyuhyun dan Sungmin memiliki kebaikan hati yang terkubur di dalam sikap nakal mereka
Kebaikan hati itu selalu ada pada setiap orang
Itu yang di percayai Santa
Dan ketika Kyuhyun serta Sungmin malah saling mendorong kotak kado itu—untuk di berikan satu sama lain, Santa berpikir saatnya untuk ikut campur
Santa lalu turun dari atas—dari singgsananya kemudian berubah penampilan menjadi sosok pria tua yang tidak sengaja lewat, ia berhasil memberhentikan pertengkaran Kyuhyun dan Sungmin
“Hei daripada kalian saling melempar kado itu satu sama lain, kenapa tidak kalian bagi dua saja isinya—bukankah itu lebih adil” usulnya tanpa basa basi
Sungmin yang sedang memegang sisi kado kanan sementara Kyuhyun memegang sisi kiri, terdiam seribu bahasa menatap orang asing di depannya
“Bagaimana?” ulangnya sambil mengulas senyum tulus—senyum seorang santa tentunya sangat berdampak kuat bagi anak anak
Tidak terkecuali bagi Kyuhyun dan Sungmin yang balas tersenyum sambil menaruh hadiah itu di tengah tengah mereka
“Bagi saja ayo” desak sang Santa yang masih menyamar
“Kau mau?” Kyuhyun meminta persetujuan Sungmin terlebih dahulu
Sungmin mengangguk bersemangat, “Itu aku setuju! Jadi kita bisa saling mendapatkan bagian!” serunya senang
Sang Santa terkekeh kecil sebelum berdiri tegak, “Nah sekarang giliran kalian membukanya” Ia memberi isyarat bagi Kyuhyun untuk membukanya
Kyuhyun mengangguk ragu ragu meski ia bingung kenapa dia begitu patuh pada orang asing di depannya
Tapi itu bukan prioritas baginya karena detik ini juga Kyuhyun membuka pita merah di tangannya, membuka tutup kado kemudian…
“Huaaaaaa boneka tangan!!!!” pekik Sungmin gembira. Ia membantu Kyuhyun mengeluarkan dua boneka tangan yang sederhana
Lelaki dan perempuan
Keduanya tampak tersenyum dalam pakaian santa mereka
“Ow wow” Kyuhyun berdecak kagum. Ia mengambil boneka lelaki yang di tinggalkan Sungmin untuknya, “Ini lucu Minnie, lihat aku bisa menggerakkan tubuhnya!!!” Jari jempol dan jari tengah Kyuhyun masuk ke dalam kedua tangan sang boneka lalu menggerakkannya lucuv
Sungmin saja sampai tertawa melihat tingkah Kyuhyun
“Aku lihat dong Kyuuuuuu” giliran Sungmin memainkan bonekannya, “Dia manis sekali bukannn” puji Sungmin pada bonekannya sendiri
“Hmm” Kyuhyun mengangguk setuju
“Lihat bukankah ternyata hadiahnya sepasang” kata Santa yang mulai mensejajarkan tingginya dengan kedua anak itu
“Iya!!!” sahut Kyuhyun dan Sungmin semakin semangat memainkan boneka baru mereka
“Nah” Santa menepuk sayang pucuk kepala Kyuhyun dan Sungmin, “Karena boneka kalian memang sepasang, itu berarti kalian harus memainkannya bersama sama—belajarlah untuk bisa bermain akur tanpa bertengkar, lihat! Kalau kalian bertengkar nanti boneka kalian sedih…” Santa menunjuk raut wajah sang boneka yang tampak datar meski kedua anak itu dengan polosnya malah percaya
“Iya! Aku janji bermain terus bersama Sungmin tanpa membuatnya menangis!” Kyuhyun meraih tangan Sungmin yang bebas lalu melayangkan senyum polosnya
“Aku juga” Sungmin membalas senyum itu, “Terima kasihhhhh Kyu” ia sengaja menggerakkan bonekanya sebagai balasan
Kyuhyun dan Santa terkekeh dengan sikap Sungmin sebelum Kyuhyun membalasnya menggunakan boneka miliknya
“Sama sama Sungmin”
“Hahahaha, bagus sekali!!!” Santa tampak sangat puas, “Kalian benar benar anak baik” pujinya, “Ah tapi waktuku tidak bisa lama di sini, nah Sungmin, Kyuhyun—bermainlah bersama dan ingat—“
“Selalu berbagi dan menghargai!!!” sambung Sungmin dan Kyuhyun entah kenapa bisa menebak ucapan sang Santa
“Anak baik!” kata Santa nyaris parau saking terharunya, “Nah sekarang pulanglah…”
Kyuhyun dan Sungmin menurut. Masih bergandengan, Kyuhyun dan Sungmin saling memainkan bonekannya sebelum berpisah di pintu masuk namun Santa tahu ada janji tak terucap kalau mulai sekarang mereka akan menjadi sahabat selamanya…
“THE END!!!” Tutup sang Ibu
“Ssst kecilkan suaramu, mereka sudah tidur” tegur suaminya sambil menunjuk kedua saudara kandung itu terkulai lelap di lengan kanan kirinya
Sang Ibu tersenyum lagi—betapa bahagia dia kali ini. Natalnya sangatlah sempurna semenjak hadir kedua anaknya yang ia nantikan, tak anyal, tangannya bergerak menyapu poni keduanya lalu menciumnya satu persatu
“Selamat malam sayang…” bisiknya halus lalu berdiri hendak keluar dari kamar anaknya saat bunyi derak kasur menahannya di tempat
“Kau mau meninggalkanku?” sungut suaminya susah payah melepaskan cengkaraman tangan anaknya
Istrinya menoleh ke belakang, “Aku kira kau mau tidur di sini” guraunya
“Hahaha lucu sekali” ucapnya sakratis namun lengannya otomatis merangkul pinggang istrinya keluar kamar
“Kau ternyata pintar mendongeng” bisik suaminya takut perbincangan mereka mengganggu kedua anak mereka
Sang istri tersenyum malu malu, “Percaya tidak percaya aku terinspirasi saat melihatmu menyeringai” tatapannya berubah menyelidik, “Kau kan memang—“
“Iya iya! Aku menyerah” potong suaminya tidak sabaran, tangannya semakin erat merangkul istrinya mendekat, “Tapi kau tahu—aku tidak setuju dengan endingnya, kurasa Kyuhyun dan Sungmin menjadi lebih dari seorang sahabat” seringai lebar itu muncul lagi, membuat sang istri hanya mendengus pasrah
“Tetapi kan pertemuan Kyuhyun dan Sungmin memang di awali pertengkaran” belanya
“Dan mereka jatuh cinta…” sambung suaminya memaksakan membuat ending dari dongeng buatan sang istri, “Lalu santa atau Tuhan menganugrahi sepasang anak kepada mereka…”
Sang suami memandang lekat lekat ke arah istrinya
Tatapan mereka berbicara lebih dari sebuah kata
Hanya dengan tatapan saja, sang istri merunduk sama seperti adegan Sungmin lalu merengkuh suaminya ke dalam pelukan
“Lalu bagaimana selanjutnya” bisik sang istri menikmati rengkuhan suaminya yang begitu nyaman
Suaminya terkekeh, “Apa selanjutnya?” godanya
“Kau ini!” Istrinya menggerutu sebentar, “Maksudku—“
“Aku tahu, aku tahu” sang Suami mendesah panjang, “Jalan mereka masih panjang, tak bisa di tebak” Ia merubah posisi mereka sehingga sang istri kembali berdiri tegak sebelum sang suami saling mengaitkan jemari mereka
“Tidak bisa” Sang istri berucap setuju, sekali lagi mereka menoleh sambil tersenyum bahagia—menatap buah hati mereka yang tertidur lelap kemudian menutup pintu kamar secara lembut dan tanpa suara
THE END
Minggu, 02 Februari 2014
[ Repost ] ≍Mystery of Christmas≍
Sabtu, 11 Januari 2014
What Your Response?
A-Yo~! Key here *smile*
Although I'm nice to you, don't make me angry if you don't want to see my other side *giggles*
I’m like mirror, if you nice to me I will nice to you but if bad to me I will… *smirk*
I like drama~ soo make manyyyy drama in here ok?!
wanna know more? Just talk to me~ it’s okay I don’t bite
I can be a badgirl for my enemy, so don't make me angry guys ^^ but don’t be afraid, I’m nice if u nice to me too kk..
Langganan:
Postingan (Atom)